Jakarta – Mobil Mercedes-Benz W123 merupakan salah satu model ikonik dari pabrikan asal Jerman tersebut. Di Indonesia, mobil ini dikenal luas dengan julukan "Tiger" atau "Mercedes Tiger". Namun, apakah benar semua tipe Mercedes-Benz W123 layak disebut Tiger?
Asal-usul Julukan "Tiger"
Julukan "Tiger" pertama kali muncul pada awal tahun 1980-an. Kala itu, Mercedes-Benz merilis varian W123 bermesin diesel dengan kode 240D. Mesin diesel ini dikenal tangguh dan bertenaga, sehingga mobil ini mendapat julukan "Harimau Diesel".
Seiring waktu, julukan "Harimau Diesel" berubah menjadi "Tiger" dan disematkan pada semua varian Mercedes-Benz W123. Namun, sebenarnya tidak semua tipe W123 berhak menyandang julukan tersebut.
Tipe W123 yang Layak Disebut Tiger
Sebenarnya, hanya dua tipe Mercedes-Benz W123 yang benar-benar layak disebut Tiger, yaitu:
- 240D: Varian ini dilengkapi dengan mesin diesel 4 silinder berkapasitas 2.4 liter. Mesin ini menghasilkan tenaga 65 dk dan torsi 137 Nm.
- 300D: Varian ini menggunakan mesin diesel 5 silinder berkapasitas 3.0 liter. Mesin ini menghasilkan tenaga 88 dk dan torsi 172 Nm.
Kedua varian ini terkenal dengan kehandalan dan ketahanannya, terutama di medan yang berat. Mesin dieselnya yang bertenaga membuat mobil ini sangat nyaman digunakan untuk menjelajah berbagai medan.
Tipe W123 yang Tidak Disebut Tiger
Selain dua tipe di atas, ada beberapa tipe Mercedes-Benz W123 lainnya yang tidak layak disebut Tiger, di antaranya:
- 200: Varian ini menggunakan mesin bensin 4 silinder berkapasitas 2.0 liter. Mesin ini menghasilkan tenaga 94 dk dan torsi 170 Nm.
- 230: Varian ini menggunakan mesin bensin 4 silinder berkapasitas 2.3 liter. Mesin ini menghasilkan tenaga 109 dk dan torsi 185 Nm.
- 280: Varian ini menggunakan mesin bensin 6 silinder berkapasitas 2.8 liter. Mesin ini menghasilkan tenaga 156 dk dan torsi 228 Nm.
- 280E: Varian ini menggunakan mesin injeksi bahan bakar 6 silinder berkapasitas 2.8 liter. Mesin ini menghasilkan tenaga 185 dk dan torsi 240 Nm.
Meskipun varian-varian ini juga memiliki keunggulan masing-masing, namun mesin bensinnya yang tidak sekuat mesin diesel pada varian 240D dan 300D tidak membuatnya layak disebut Tiger.
Kesimpulan
Jadi, tidak semua tipe Mercedes-Benz W123 layak disebut Tiger. Hanya varian 240D dan 300D dengan mesin diesel yang bertenaga dan handal yang berhak menyandang julukan tersebut. Sementara itu, varian-varian lainnya dengan mesin bensin tidak bisa dikatakan sebagai Tiger karena performanya yang kurang mumpuni.